KALIGRAFI DEKORASI MASJID Kaligrafi Dekorasi Masjid, kaligrafi kubah, kaligrafi mihrob, kaligrafi grafir, kaligrafi kaligrafi ukir kaligrafi dari semen kaligrafi dll. KALIGRAFI MURNI hiasan mushaf al-Qur;an kalugraKALIGRAFI LUKISAN kaligrafi asmaul husna kaligrafi dari kertas kaligrafi bahan dari kanvas kaligrafi dan car minyak cat air cat acrilic ADVERTAISING Banner papan nama spanduk DESAIN GRAFIS desain Logo desain cover desain kaos desain islami
Jumat, 03 Januari 2014
Senin, 28 Oktober 2013
Selasa, 08 Oktober 2013
Al Malik : Yang menguasai di hari pembalasan
Judul Lukisan : Al Malik
Teks : Maliki yaumid diin
Bahan : Kertas - Cat Air - Acrilic
Ukuran : 30 cm x 42 cm (A3)
Harga : 400.000,-
Teks : Maliki yaumid diin
Bahan : Kertas - Cat Air - Acrilic
Ukuran : 30 cm x 42 cm (A3)
Harga : 400.000,-
Jumat, 27 September 2013
quu-jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka
JUDUL LUKISAN : QU
TEKS : QU ANFUSAKAUM.....
UKURAN : 30 CM X 45 CM
BAHAN : KERTAS LUKIS -CAT ACRILIC
HARGA : Rp. 300.000
TEKS : QU ANFUSAKAUM.....
UKURAN : 30 CM X 45 CM
BAHAN : KERTAS LUKIS -CAT ACRILIC
HARGA : Rp. 300.000
Selasa, 24 September 2013
Bismillah-al fatiha- ummul qur'an -al wafiyah-al kafiayah-sab 'ul mastani-laa sholata ila bifatihatil kitab
Judul Lukisan : Bismillah
Teks : surat alfatihah (diulang-ulang)
Ukuran : 160 cm x 225 cm
Harga : 100 juta
Teks : surat alfatihah (diulang-ulang)
Ukuran : 160 cm x 225 cm
Harga : 100 juta
Kamis, 01 Agustus 2013
ALLAH- ALLAH SWT-LAILAHA ILLA ALLAH-MUHAMMADURRASULULLAH
JUDUL LUKIASAN : ALLAH
TEKS : LAILAHA ILLA ALLAH MUHAMMADURRASULULLAH
BAHAN : KERTAS, CAT ACRILIC
UKURAN : 40 CM X 60 CM
TEKS : LAILAHA ILLA ALLAH MUHAMMADURRASULULLAH
BAHAN : KERTAS, CAT ACRILIC
UKURAN : 40 CM X 60 CM
Rabu, 20 Februari 2013
Paintings-abstarak-Allah-dua kalimat syahadat-syahadatain-dua persaksian-kalimat thoiyyibah-kalimat yanh baik-lukisan kaligrafi Allah-aliran Amri Yahya-abstact-keterampilan-seni rupa islam-gambar islami-أشهد أن لا إله إلا الله وأشهد أن محمداً رسول الله أشهد- أن- لا- إله- إلا- الله- و-أشهد- أن -محمداً -رسول -الله
Senin, 04 Februari 2013
al fitnah-zaman fitnah- ujian-cobaan-perlu hati-hati-Kaligrafi-kaligrafi arab-kaligrafi islam-kaligrafi Allah-kaligrafi bismillah-kaligrafi Muhammad-kaligrafi ayat kursi-kaligrafi assalamualaikum-lukisan pemandangan-lukisan pasir-lukisan abstrak-lukisan afandi-lukisan termahal-lukisan bungah-lukisan 3d-lukisan raden saleh-seni rupa- seni rupa terapan- seni rupa terapan nusantara- seni rupa modern- seni rupa kontemporer-seni kaligrafi- seni kaligrafi islami- seni kaligrafi arab- seni kaligrafi jepang- seni kaligrafi cina- seni kaligrafi indonesia- seni kaligrafi yang islami- seni kaligrafi yang indah- seni kaligrafi di Indonesia-al-qur’an-al hadits--وَاقْتُلُوهُمْ حَيْثُ ثَقِفْتُمُوهُمْ وَأَخْرِجُوهُم مِّنْ حَيْثُ أَخْرَجُوكُمْ وَالْفِتْنَةُ أَشَدُّ مِنَ الْقَتْلِ وَلاَ تُقَاتِلُوهُمْ عِندَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ حَتَّى يُقَاتِلُوكُمْ فِيهِ فَإِن قَاتَلُوكُمْ فَاقْتُلُوهُمْ كَذَلِكَ جَزَاء الْكَافِرِينَ . وَاقْتُلُو-هُمْ- حَيْثُ –ثَقِفْتُمُو-هُمْ -وَأَخْرِجُوهُم -مِّنْ -حَيْثُ أَخْرَجُوكُمْ -وَالْفِتْنَةُ -أَشَدُّ –مِنَ- الْقَتْلِ –وَ-لاَ- تُقَاتِلُوهُمْ –عِندَ- الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ -حَتَّى -يُقَاتِلُوكُمْ –فِيهِ- فَإِن قَاتَلُوكُمْ -فَاقْتُلُوهُمْ -كَذَلِكَ -جَزَاء -الْكَافِرِينَ
kaligrafi-lukisan-gambar-ilustrasi-majalah-hidayatullah-mutiara qur'an-abstrak-aliran realis-ujian di dunia- kebaikan dan kejelekan- syarri-khoir-nablukum-ilaina-turja'un
Judul Lukisan : Bisy syarri wal khiri
Bahan dari kanvas-cat minyak
Ukuran : 80 cm x 100 cm
Harga : 5 juta
Bahan dari kanvas-cat minyak
Ukuran : 80 cm x 100 cm
Harga : 5 juta
Rabu, 05 Desember 2012
kaligrafi-lukisan ayat kursi- albaqarah 255- ayat ngusir jin-doa akan tidur-doa perlindungan-اللَّهُ -لَا- إِلَهَ- إِلَّا- هُوَ -الْحَيُّ- الْقَيُّومُ- لَا- تَأْخُذُهُ -سِنَةٌ -وَلَا- نَوْمٌ -لَهُ- مَا -فِي- السَّمَاوَاتِ- وَمَا -فِي- الْأَرْضِ- مَنْ- ذَا -الَّذِي- يَشْفَعُ -عِنْدَهُ- إِلَّا- بِإِذْنِهِ- يَعْلَمُ- مَا- بَيْنَ- أَيْدِيهِمْ -وَمَا- خَلْفَهُمْ -وَلَا -يُحِيطُونَ- بِشَيْءٍ- مِنْ -عِلْمِهِ- إِلَّا- بِمَا- شَاءَ- وَسِعَ- كُرْسِيُّهُ- السَّمَاوَاتِ- وَ-الْأَرْضَ- وَلَا- يَئُودُهُ -حِفْظُهُمَا- وَ-هُوَ- الْعَلِيُّ- الْعَظِيمُ
TEKS : AYAT KURSI (SURAT AL-BAQOROH 255)
UKURAN : 100 CM X 80 CM
BAHAN : KANVAS - CAT MINYAK
HARGA : 5.000.000,- (LIMA JUTA)
KEUTAMAAN AYAT KURSI
1. Rasulullah SAW. Bersabda :
«Barangsiapa yang membaca empat ayat dari awal surat Al-Baqarah, dan
ayat Kursi serta dua ayat sesudahnya, dan tiga ayat dari akhir surat, ia
tidak akan melihat pada diri dan hartanya sesuatu yang tidak
diinginkan, tidak didekati oleh setan, dan tidak melupa-kan Al-Qur’an.
(Kitab Tsawabul A’mal 104).
2. Rasulullah SAW. bersabda: “Barangsiapa
yang membaca ayat Kursi (100 kali), maka nilainya sama dengan orang
yang beribadah sepanjang hidupnya.” (Tafsir Ats-Tsaqalayn 1/258).
3. Rasulullah SAW. bersabda: “Ketika
Allah Azza wa Jalla hendak menurunkan surat Al-Fatihah, ayat Kursi,
Ali-Imran 18, dan Ali-Imran 26-27, … (lihat keutamaan Surat Al-Fatihah.
(Tafsir Nur Ats-Tsaqalayn 1/258; Tafsir Majma’ul Bayah).
4. Rasulullah SAW berwasiat kepada Ali
bin Abi Thalib (sa): «Wahai Ali, barangsiapa yang menderita sakit perut,
maka tuliskan ayat kursi pada perutnya, dan minumlah air (yang
dibacakan ayat kursi), dengan izin Allah ia akan sembuh.” (Tafsir Nur
Ats-Tsaqalayn 1/258).
5. Imam Ali Ar-Ridha (sa) berkata:
“Barangsiapa yang mem-baca ayat Kursi menjelang tidur, insya Allah
diselamatkan dari penyakit lumpuh separuh badan; dan barangsiapa yang
membacanya setiap sesudah shalat, ia akan terjaga dari bahaya penyakit
demam.” (Kitab Tsawabul A’mal 105).
6. Sebagian ulama besar sufi mengatakan:
“Jika ayat Kursi dibaca sebanyak jumlah nama-nama Allah, maka akan
dibukakan baginya pintu-pintu Futuhat (kemenangan dan pertolongan),
menjadi orang yang bahagia dan dijauhkan dari kefakiran.”
Senin, 03 Desember 2012
kaligrafi istimewah-Allah-takbir-Allahu Akbar-dzikir-lukisan abstrak-Allah-Akbar-kalimat takbir-kalimat thoyyibah-doa-kalimat ringan diucapkan dan bearat tmbangannya-
Judul : Allah
Ukuran : 125 cm x 100 cm
Bahan : Kanvas - Cat Acrilic
Harga : 20 juta
فَضْلُ التَّحْمِيْدِ وَ التَّهْلِيْلِ وَ التَّسْبِيْحِ وَ التَّكْبِيْرِ
Rasûlullâh saw bersabda dalam beberapa haditsnya sebagai berikut :
قَالَ رَسُولُ اللهِ : (مَنْ قَالَ : [ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, لَهُ الْمُلْكُ وَ لَهُ الْحَمدُ, وَ هُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ ], فِي يَوْمٍ مِائَةَ مَرَّةٍ, كَنَتْ لَهُ عَدْلَ عَشْرِ رِقَابٍ, وَ كُتِبَ لَهُ مِائَةُ حَسَنَةٍ, وَ مُحِيَتْ عَنْهُ مِائَةُ سَيِّئَةٍ, وَ كَنَتْ لَهُ حِرْزًا مِنَ الشَّيْطَانِ يَوْمَهُ ذَلِكَ حَتَّى يُمْسِيَ, وَ لَمْ يَأْتِ أَحَدٌ بِأَفْضَلَ مِمَّا جَاءَ بِهِ إِلاَّ رَجُلٌ عَمِلَ أَكْثَرَ مِنْهُ
(متفق عليه)
Artinya :
“Rasûlullâh saw bersabda : Barangsiapa membaca :
lâ ilâha illallâhu wahdahu lâ syarîka lahû, lahûl-mulku wa lahûl-hamdu wa huwa ‘alâ kulli syai-in qadîr
(Tidak ada Tuhan kecuali Allâh Yang Maha Esa yang tiada sekutu bagi-Nya, baginya segala kerajaan dan bagi-Nya segala puji, dan Dia kuasa atas segala sesuatu)
100 (seratus) kali dalam 1 (satu) hari, maka ia (mendapat pahala) sama dengan memerdekakan 10 (sepuluh) hamba sahaya, dan dia dipastikan akan mendapat (pahala) 100 (seratus) kebaikan dan akan dihapus daripadanya 100 (seratus) kesalahannya serta dia akan dipelihara dari gangguan syaithan pada hari itu hingga sore hari; dan tidaklah seseorang akan mendapatkan yang lebih baik dari itu (keutamaan), melainkan seseorang yang mau mengamalkan lebih banyak lagi”
(Muttafaqun ‘alaihi)
وَ قَالَ : مَنْ قَالَ [ سُبْحَانَ اللهِ وَ بِحَمْدِهِ ] فِي يَوْمٍ مِائَةَ مَرَّةٍ, حُطَّتْ عَنْهُ خَطَايَاهُ وَ إِنْ كَنَتْ مِثْلُ زَبَدِ الْبَحْرِ
(متفق عليه)
Artinya :
“Dan Nabi saw bersabda : Barangsiapa membaca :
subhânallâhi wa bihamdihî
(Maha Suci Allâh dan dengan memuji-Nya)
100 (seratus) kali dalam 1 (satu) hari, maka akan dihapus dosa-dosanya sekalipun sebanyak buih di lautan ”
(Muttafaqun ‘alaihi)
قَالَ رَسُولُ اللهِ : كَلِمَتَانِ خَفِيْفَتَانِ عَلَى اللِّسَانِ, ثَقِيْلَتَانِ فِ الْمِيْزَانِ, حَبِيْبَتَانِ إِلَى الرَّحْمَانِ : [ سُبْحَانَ اللهِ وَ بِحَمْدِهِ, سُبْحَانَ اللهِ الْعَظِيْمِ ]
(متفق عليه)
Artinya :
“Ada 2 (dua) ucapan/kalimat yang ringan diucapkan tetapi berat dalam timbangan dan dicintai oleh Allâh yang Maha Pemurah, yaitu : subhânallâhi wa bihamdihî, subhânallâhil-azhîm
(Maha Suci Allâh dan dengan memuji-Nya, Maha Suci Allâh lagi Maha Agung)”
(Muttafaqun ‘alaihi)
قَالَ رَسُولُ اللهِ : َلأَنْ أَقُوْلَ [ سُبْحَانَ اللهِ, وَ الْحَمْدُ ِللهِ, وَ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ, وَ اللهُ أَكْبَرُ ], أَحَبُّ إِلَىَّ مِمَّا طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ
(أخرجه مسلم)
Artinya :
“Rasûlullâh saw bersabda : Sungguh aku lebih senang membaca : Subhânallâhi wal-hamdulillâhi wa lââ ilâha illallâhu wallâhu akbaru daripada terbitnya matahari”
(H.R. Muslim)
قَالَ رَسُولُ اللهِ : أَحَبُّ الْكَلاَمِ إِلَى اللهِ تَعَالَى أَرْبَعٌ, لاَ يَضُرُّكَ بِأَيِّهِنَّ بَدَأْتَ, [ سُبْحَانَ اللهِ, وَ الْحَمْدُ ِللهِ, وَ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ, وَ اللهُ أَكْبَرُ ]
(خرّجه مسلم)
Artinya :
“Rasûlullâh saw bersabda : Bacaan yang paling dicintai Allâh Ta’âlâ ada empat, yang tidak salah engkau mulai dari mana saja, yaitu : Subhânallâhi wal-hamdulillâhi wa lââ ilâha illallâhu wallâhu akbaru”
(H.R. Muslim)
قَالَ رَسُولُ اللهِ : أَيَعْجِزُ أَحَدُكُمْ أَنْ يَكْسِبُ كُلَّ يَومٍ أَلْفَ حَسَنَةٍ ؟ فَسَأَلَهُ سَائِلٌ مِنْ جُلَسَائِهِ : كَيْفَ يَكْسِبُ أَحَدُنَا أَلْفَ حَسَنَةٍ ؟ قَالَ : يُسَبِّحُ مِائَةَ تَسْبِيْحَةٍ, فَتُكْتَبُ أَلْفَ حَسَنَةٍ, أَوْ تُحَّطُ عَنْهُ أَلْفُ خَطِيْئَةٍ
(خرّجه مسلم)
Artinya :
“Rasûlullâh saw bersabda : Apakah seseorang di antaramu tidak mampu berbuat 1000 (seribu) kebaikan setiap hari ?. Lalu ada seorang dari kawan-kawan duduknya itu bertanya kepada Beliau : Bagaimana seseorang diantara kami ini dapat berbuat 1000 (seribu) kebaikan ?. Rasûlullâh saw menjawab, yaitu : Ia membaca tasbih (Subhânallâh) 100 (seratus) kali, maka baginya akan ditulis 1000 (seribu) kebaikan, atau dihapus daripadanya 1000 (seribu) kelasahannya”
(H.R. Muslim)
عَنْ جُوَيْرِيَةَ أُمُّ الْمُؤْمِنِيْنَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا, أَنَّ النَّبِيَّ خَرَجَ مِنْ عِنْدِهَا بُكْرَةً حِيْنَ صَلَّى الصُّبْحَ وَ هِيَ فِي مَسْجِدِهَا, ثُمَّ رَجَعَ بَعْدَ أَنْ أَضْحَ وَ هِيَ جَالِسَةٌ فَقَالَ : مَ زِلْتِ عَلَى الْحَالِ الَّتِي فَارَقْتُكِ عَلَيْهَا ؟ قَالَتْ : نَعَمْ. فَقَالَ النَّبِيُّ : لَقَدْ قُلْتُ بَعْدَكِ أَرْبَعَ كَلَمَاتٍ, ثَلاَثَ مَرَّاتٍ, لَوْ وُزِنَتْ بِمَا قُلْتِ مُنْذُ الْيَوْمِ لَوَزَنَتْهُنَّ : [ سُبْحَانَ اللهِ عَدَدَ خَلْقِهِ, سُبْحَانَ اللهِ رِضَى نَفْسِهِ, سُبْحَانَ اللهِ زِنَةَ عَرْشِهِ, سُبْحَانَ اللهِ مِدَادَ كَلِمَاتِهِ ]
(خرّجه مسلم)
Artinya :
“Dari Juwariyah ummul mu’min r.a. : Sesungguhnya Nabi saw pernah keluar dari tempatnya pagi-pagi seusai shalât Subuh sedangkan dia (Juwariyah) berada di tempat shalâtnya. Kemudian Nabi saw kembali sesudah shalât Dhuhâ sedangkan Juwariyah masih tetap duduk (di tempatnya itu). Lalu Nabi saw bertanya : Apakah engkau tetap pada tempatmu itu sejak kutinggalkan tadi ? Juwariyah menjawab : Ya. Lalu Nabi saw bersabda : Sungguh sesudah darimu tadi aku membaca 4 (empat) kalimat sebanyak 3 (tiga) kali, yang andaikata ditimbang dengan apa yang engkau baca (dari tadi) pada hari ini, niscaya akan seimbang, yaitu :
Subhânallâhi ‘adada khalqihî (Maha Suci Allâh sebanyak makhluq-Nya), Subhânallâhi ridhâ nafsihî (Maha Suci Allâh sebanyak yang diridhâi oleh diri-Nya), Subhânallâhi zinata ‘arsyihî (Maha Suci Allâh seberat ‘arsy-Nya), Subhânallâhi midâda kalimatihî (Maha Suci Allâh sepanjang kalimat-Nya)”
(H.R. Muslim)
قَالَ ِلإَعْرَابِىٍّ : قُلْ [ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِكَ لَهُ, اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا, وَ الْحَمْدُ ِللهِ كَثِيْرًا, وَ سُبْحَانَ اللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ, وَ لاَ حَوْلَ وَ لاَ قَوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ الْعَزِيْزِ الْحَكِيْمِ ] قَالَ فَهَؤُلآءِ لِرَبِّى, فَمَالِي ؟ قَالَ : قُلْ : [ اَللَّهُمَّ اغْفِرْلِي, وَ ارْحَمْنِي, وَ اهْدِنِي, وَ عَافِنِي, وَ ارْزُقْنِي ]
(خرّجه مسلم)
Artinya :
“Nabi saw bersabda kepada seorang ‘Arab Baduwi : Ucapkanlah :
lââ ilâha illallâhu wahdahu lâ syarika lahû, Allâhu akbar kabirâ, wal-hamdulillâhi katsîrâ, wa subhânallâhi rabbil ‘âlamîn, wa lâ hawla wa lâ quwwata illa billâhi-‘azîzil-hakîm. Si Baduwi itu lalu berkata : Itu semua adalah untuk Rabbku, lalu apa yang untukku ? Nabi saw menjawab : Ucapkanlah :
Allâhummaghfirlî warhamnî wahdinî wa ‘âfinî warzuqnî
(Yâ Allâh yâ Tuhanku, ampunilah aku, sayangilah aku, tunjukilah aku, lindungilah aku dan berilah aku rizqi)”
(H.R. Muslim)
قَالَ النَّبِيُّ : لَقِيْتُ إِبْرَاهِيْمَ لَيْلَةَ أُسْرِىَ بِي فَقَالَ : يَا مُحَمَّدُ أَقْرِئْ أُُمَّتَكَ مِنِى السَّلاَمَ, وَ أَخْبِرْهُمْ أَنَّ الْجَنَّةَ طَيِّبَةٌ التُّرْبَةِ, عَذْبَةُ الْمَاءِ, وَ أَنَّهَا قِيْعَانٌ, وَ أَنَّ غِرَاسَهَا : [ سُبْحَانَ اللهِ, وَ الْحَمْدُ ِللهِ, وَ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ, وَ اللهُ أَكْبَرُ ]
(قال الترمذى : حديث حسن)
Artinya :
“Nabi saw bersabda : Aku pernah bertemu Ibrâhîm pada malam ketila aku di-Isra’-kan. Lalu Ibrâhîm berkata : Hai Muhammad, sampaikanlah salamku kepada ummatmu, dan beritahulah mereka, bahwa surga itu adalah tanahnya sangat baik, airnya tawar, dan sesungguhnya surga itu adalah tanah yang penuh dengan ketenangan, tanaman-tanamannya ialah Subhânallâhi wal-hamdulillâhi wa lââ ilâha illallâhu wallâhu akbaru”
(H.R. Tirmidzî dan ia berkata : Hadits ini hasan)
قَالَ النَّبِيُّ : أَلاَ أَدُلُّكَ عَلَى كَنْزٍ مِنْ كُنُوزِ الْجَنَّةِ ؟ فَقُلْتُ : بَلَى يَا رَسُولُ اللهِ. قَالَ : قُلْ [ لاَ حَوْلَ وَ لاَ قَوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ ]
(متفق عليه)
Artinya :
“Nabi saw bersabda : Maukah engkau kutunjukkan suatu gudang dari antara gudang-gudang surga ? Aku (shababat) berkata : Mau, yâ Rasûlullâh. Maka Rasûlullâh menjawab, yaitu : lâ hawla wa lâ quwwata illa billâh (tiada daya dan kekuatan melainkan dengan pertolongan Allâh)”
(Muttafaqun ‘alaihi)
Ukuran : 125 cm x 100 cm
Bahan : Kanvas - Cat Acrilic
Harga : 20 juta
Keutamaan Tahlil,tasbih,tahmid dan Takbir
Rasûlullâh saw bersabda dalam beberapa haditsnya sebagai berikut :
قَالَ رَسُولُ اللهِ : (مَنْ قَالَ : [ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, لَهُ الْمُلْكُ وَ لَهُ الْحَمدُ, وَ هُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ ], فِي يَوْمٍ مِائَةَ مَرَّةٍ, كَنَتْ لَهُ عَدْلَ عَشْرِ رِقَابٍ, وَ كُتِبَ لَهُ مِائَةُ حَسَنَةٍ, وَ مُحِيَتْ عَنْهُ مِائَةُ سَيِّئَةٍ, وَ كَنَتْ لَهُ حِرْزًا مِنَ الشَّيْطَانِ يَوْمَهُ ذَلِكَ حَتَّى يُمْسِيَ, وَ لَمْ يَأْتِ أَحَدٌ بِأَفْضَلَ مِمَّا جَاءَ بِهِ إِلاَّ رَجُلٌ عَمِلَ أَكْثَرَ مِنْهُ
(متفق عليه)
Artinya :
“Rasûlullâh saw bersabda : Barangsiapa membaca :
lâ ilâha illallâhu wahdahu lâ syarîka lahû, lahûl-mulku wa lahûl-hamdu wa huwa ‘alâ kulli syai-in qadîr
(Tidak ada Tuhan kecuali Allâh Yang Maha Esa yang tiada sekutu bagi-Nya, baginya segala kerajaan dan bagi-Nya segala puji, dan Dia kuasa atas segala sesuatu)
100 (seratus) kali dalam 1 (satu) hari, maka ia (mendapat pahala) sama dengan memerdekakan 10 (sepuluh) hamba sahaya, dan dia dipastikan akan mendapat (pahala) 100 (seratus) kebaikan dan akan dihapus daripadanya 100 (seratus) kesalahannya serta dia akan dipelihara dari gangguan syaithan pada hari itu hingga sore hari; dan tidaklah seseorang akan mendapatkan yang lebih baik dari itu (keutamaan), melainkan seseorang yang mau mengamalkan lebih banyak lagi”
(Muttafaqun ‘alaihi)
وَ قَالَ : مَنْ قَالَ [ سُبْحَانَ اللهِ وَ بِحَمْدِهِ ] فِي يَوْمٍ مِائَةَ مَرَّةٍ, حُطَّتْ عَنْهُ خَطَايَاهُ وَ إِنْ كَنَتْ مِثْلُ زَبَدِ الْبَحْرِ
(متفق عليه)
Artinya :
“Dan Nabi saw bersabda : Barangsiapa membaca :
subhânallâhi wa bihamdihî
(Maha Suci Allâh dan dengan memuji-Nya)
100 (seratus) kali dalam 1 (satu) hari, maka akan dihapus dosa-dosanya sekalipun sebanyak buih di lautan ”
(Muttafaqun ‘alaihi)
قَالَ رَسُولُ اللهِ : كَلِمَتَانِ خَفِيْفَتَانِ عَلَى اللِّسَانِ, ثَقِيْلَتَانِ فِ الْمِيْزَانِ, حَبِيْبَتَانِ إِلَى الرَّحْمَانِ : [ سُبْحَانَ اللهِ وَ بِحَمْدِهِ, سُبْحَانَ اللهِ الْعَظِيْمِ ]
(متفق عليه)
Artinya :
“Ada 2 (dua) ucapan/kalimat yang ringan diucapkan tetapi berat dalam timbangan dan dicintai oleh Allâh yang Maha Pemurah, yaitu : subhânallâhi wa bihamdihî, subhânallâhil-azhîm
(Maha Suci Allâh dan dengan memuji-Nya, Maha Suci Allâh lagi Maha Agung)”
(Muttafaqun ‘alaihi)
قَالَ رَسُولُ اللهِ : َلأَنْ أَقُوْلَ [ سُبْحَانَ اللهِ, وَ الْحَمْدُ ِللهِ, وَ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ, وَ اللهُ أَكْبَرُ ], أَحَبُّ إِلَىَّ مِمَّا طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ
(أخرجه مسلم)
Artinya :
“Rasûlullâh saw bersabda : Sungguh aku lebih senang membaca : Subhânallâhi wal-hamdulillâhi wa lââ ilâha illallâhu wallâhu akbaru daripada terbitnya matahari”
(H.R. Muslim)
قَالَ رَسُولُ اللهِ : أَحَبُّ الْكَلاَمِ إِلَى اللهِ تَعَالَى أَرْبَعٌ, لاَ يَضُرُّكَ بِأَيِّهِنَّ بَدَأْتَ, [ سُبْحَانَ اللهِ, وَ الْحَمْدُ ِللهِ, وَ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ, وَ اللهُ أَكْبَرُ ]
(خرّجه مسلم)
Artinya :
“Rasûlullâh saw bersabda : Bacaan yang paling dicintai Allâh Ta’âlâ ada empat, yang tidak salah engkau mulai dari mana saja, yaitu : Subhânallâhi wal-hamdulillâhi wa lââ ilâha illallâhu wallâhu akbaru”
(H.R. Muslim)
قَالَ رَسُولُ اللهِ : أَيَعْجِزُ أَحَدُكُمْ أَنْ يَكْسِبُ كُلَّ يَومٍ أَلْفَ حَسَنَةٍ ؟ فَسَأَلَهُ سَائِلٌ مِنْ جُلَسَائِهِ : كَيْفَ يَكْسِبُ أَحَدُنَا أَلْفَ حَسَنَةٍ ؟ قَالَ : يُسَبِّحُ مِائَةَ تَسْبِيْحَةٍ, فَتُكْتَبُ أَلْفَ حَسَنَةٍ, أَوْ تُحَّطُ عَنْهُ أَلْفُ خَطِيْئَةٍ
(خرّجه مسلم)
Artinya :
“Rasûlullâh saw bersabda : Apakah seseorang di antaramu tidak mampu berbuat 1000 (seribu) kebaikan setiap hari ?. Lalu ada seorang dari kawan-kawan duduknya itu bertanya kepada Beliau : Bagaimana seseorang diantara kami ini dapat berbuat 1000 (seribu) kebaikan ?. Rasûlullâh saw menjawab, yaitu : Ia membaca tasbih (Subhânallâh) 100 (seratus) kali, maka baginya akan ditulis 1000 (seribu) kebaikan, atau dihapus daripadanya 1000 (seribu) kelasahannya”
(H.R. Muslim)
عَنْ جُوَيْرِيَةَ أُمُّ الْمُؤْمِنِيْنَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا, أَنَّ النَّبِيَّ خَرَجَ مِنْ عِنْدِهَا بُكْرَةً حِيْنَ صَلَّى الصُّبْحَ وَ هِيَ فِي مَسْجِدِهَا, ثُمَّ رَجَعَ بَعْدَ أَنْ أَضْحَ وَ هِيَ جَالِسَةٌ فَقَالَ : مَ زِلْتِ عَلَى الْحَالِ الَّتِي فَارَقْتُكِ عَلَيْهَا ؟ قَالَتْ : نَعَمْ. فَقَالَ النَّبِيُّ : لَقَدْ قُلْتُ بَعْدَكِ أَرْبَعَ كَلَمَاتٍ, ثَلاَثَ مَرَّاتٍ, لَوْ وُزِنَتْ بِمَا قُلْتِ مُنْذُ الْيَوْمِ لَوَزَنَتْهُنَّ : [ سُبْحَانَ اللهِ عَدَدَ خَلْقِهِ, سُبْحَانَ اللهِ رِضَى نَفْسِهِ, سُبْحَانَ اللهِ زِنَةَ عَرْشِهِ, سُبْحَانَ اللهِ مِدَادَ كَلِمَاتِهِ ]
(خرّجه مسلم)
Artinya :
“Dari Juwariyah ummul mu’min r.a. : Sesungguhnya Nabi saw pernah keluar dari tempatnya pagi-pagi seusai shalât Subuh sedangkan dia (Juwariyah) berada di tempat shalâtnya. Kemudian Nabi saw kembali sesudah shalât Dhuhâ sedangkan Juwariyah masih tetap duduk (di tempatnya itu). Lalu Nabi saw bertanya : Apakah engkau tetap pada tempatmu itu sejak kutinggalkan tadi ? Juwariyah menjawab : Ya. Lalu Nabi saw bersabda : Sungguh sesudah darimu tadi aku membaca 4 (empat) kalimat sebanyak 3 (tiga) kali, yang andaikata ditimbang dengan apa yang engkau baca (dari tadi) pada hari ini, niscaya akan seimbang, yaitu :
Subhânallâhi ‘adada khalqihî (Maha Suci Allâh sebanyak makhluq-Nya), Subhânallâhi ridhâ nafsihî (Maha Suci Allâh sebanyak yang diridhâi oleh diri-Nya), Subhânallâhi zinata ‘arsyihî (Maha Suci Allâh seberat ‘arsy-Nya), Subhânallâhi midâda kalimatihî (Maha Suci Allâh sepanjang kalimat-Nya)”
(H.R. Muslim)
قَالَ ِلإَعْرَابِىٍّ : قُلْ [ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِكَ لَهُ, اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا, وَ الْحَمْدُ ِللهِ كَثِيْرًا, وَ سُبْحَانَ اللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ, وَ لاَ حَوْلَ وَ لاَ قَوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ الْعَزِيْزِ الْحَكِيْمِ ] قَالَ فَهَؤُلآءِ لِرَبِّى, فَمَالِي ؟ قَالَ : قُلْ : [ اَللَّهُمَّ اغْفِرْلِي, وَ ارْحَمْنِي, وَ اهْدِنِي, وَ عَافِنِي, وَ ارْزُقْنِي ]
(خرّجه مسلم)
Artinya :
“Nabi saw bersabda kepada seorang ‘Arab Baduwi : Ucapkanlah :
lââ ilâha illallâhu wahdahu lâ syarika lahû, Allâhu akbar kabirâ, wal-hamdulillâhi katsîrâ, wa subhânallâhi rabbil ‘âlamîn, wa lâ hawla wa lâ quwwata illa billâhi-‘azîzil-hakîm. Si Baduwi itu lalu berkata : Itu semua adalah untuk Rabbku, lalu apa yang untukku ? Nabi saw menjawab : Ucapkanlah :
Allâhummaghfirlî warhamnî wahdinî wa ‘âfinî warzuqnî
(Yâ Allâh yâ Tuhanku, ampunilah aku, sayangilah aku, tunjukilah aku, lindungilah aku dan berilah aku rizqi)”
(H.R. Muslim)
قَالَ النَّبِيُّ : لَقِيْتُ إِبْرَاهِيْمَ لَيْلَةَ أُسْرِىَ بِي فَقَالَ : يَا مُحَمَّدُ أَقْرِئْ أُُمَّتَكَ مِنِى السَّلاَمَ, وَ أَخْبِرْهُمْ أَنَّ الْجَنَّةَ طَيِّبَةٌ التُّرْبَةِ, عَذْبَةُ الْمَاءِ, وَ أَنَّهَا قِيْعَانٌ, وَ أَنَّ غِرَاسَهَا : [ سُبْحَانَ اللهِ, وَ الْحَمْدُ ِللهِ, وَ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ, وَ اللهُ أَكْبَرُ ]
(قال الترمذى : حديث حسن)
Artinya :
“Nabi saw bersabda : Aku pernah bertemu Ibrâhîm pada malam ketila aku di-Isra’-kan. Lalu Ibrâhîm berkata : Hai Muhammad, sampaikanlah salamku kepada ummatmu, dan beritahulah mereka, bahwa surga itu adalah tanahnya sangat baik, airnya tawar, dan sesungguhnya surga itu adalah tanah yang penuh dengan ketenangan, tanaman-tanamannya ialah Subhânallâhi wal-hamdulillâhi wa lââ ilâha illallâhu wallâhu akbaru”
(H.R. Tirmidzî dan ia berkata : Hadits ini hasan)
قَالَ النَّبِيُّ : أَلاَ أَدُلُّكَ عَلَى كَنْزٍ مِنْ كُنُوزِ الْجَنَّةِ ؟ فَقُلْتُ : بَلَى يَا رَسُولُ اللهِ. قَالَ : قُلْ [ لاَ حَوْلَ وَ لاَ قَوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ ]
(متفق عليه)
Artinya :
“Nabi saw bersabda : Maukah engkau kutunjukkan suatu gudang dari antara gudang-gudang surga ? Aku (shababat) berkata : Mau, yâ Rasûlullâh. Maka Rasûlullâh menjawab, yaitu : lâ hawla wa lâ quwwata illa billâh (tiada daya dan kekuatan melainkan dengan pertolongan Allâh)”
(Muttafaqun ‘alaihi)
سبحن الله -Lukisan Istimewa - maha suci Allah- Allah - subhanallah-abstract- challigraphy-islamic calligraphy-seni lukis-dzikir-doa-kalimat ringan diucapkan berat timbangannya.
Teks : Subhanallah
Ukuran : 100 cm x 125 cm
Bahan : Kanvas - Cat Acrilic
Harga : 25 juta
Abu Hurairah ra meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda, “Dua
kalimat yang ringan bagi lisan untuk mengucapkannya, berat ketika
diletakkan di atas mizan (timbangan di akhirat), dan sangat dicintai
oleh Dzat yang Maha Pengasih, yaitu subhanallah wa bihamdihi
subhanallahil adzim.”
Ibnu Umar ra meriwayatkan bahwa suatu ketika Rasulullah saw berkata kepada para sahabatnya, “Ucapkanlah
subhanallah wa bihamdihi sebanyak seratus kali. Barangsiapa
mengucapkannya satu kali maka tertulis baginya sepuluh kebaikan,
barangsiapa mengucapkannya sepuluh kali maka tertulis baginya seratus
kebaikan, barangsiapa mengucapkannya seratus kali maka tertulis baginya
seribu kebaikan, barangsiapa menambahnya maka Allah pun akan
menambahnya, dan barangsiapa memohon ampun, niscaya Allah akan
mengampuninya.”
“Maha Suci Allah dengan segala puji bagi-Nya, Maha Suci Allah yang Maha Agung.” (3 kali)
Diriwayatkan oleh at-Turmudzi bahwa Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa mengucapkan subhanallah wa bihamdihi maka akan ditanamkan baginya satu pohon kurma di surga.”
Ketahuilah
barangsiapa mengucapkannya sebanyak tiga kali sebagaimana yang telah
ditartibkan dalam ratib ini, maka akan ditanamkan baginya tiga pohon
kurma di surga.
Disebutkan
dalam kita “Ghayatul Qashd Wal Murad” bahwa al-Arif billah Sayyid Hasan
putra shahibu ratib al-Habib Abdullah bin Alwi al-Haddad berkata, “Empat puluh hari menjelang wafat ayahku dan ia dalam keadaan sakit, yang paling banyak beliau ulang-ulang adalah dzikir tersebut.”
Dalam kitab “Syarhul Washiyah”
diterangkan sebuah hadits mengenai keutamaan dzikir subhanallah wa
bihamdihi. Dikatakan bahwa kalimat subhanallah wa bihamdihi adalah
kalimat yang sangat dicintai Allah swt dan merupakan kalimat yang paling
utama dari kalimat-kalimat lainnya. Barangsiapa mengucapkannya maka
akan tertulis baginya seratus dua puluh empat ribu kebaikan, dan kalimat
tersebut lebih dicintai Allah swt daripada bersedekah di jalan Allah
dengan emas sebesar gunung Uhud, dan Allah akan menghapus dosa orang
yang mengucapkannya walau dosa orang tersebut lebih banyak daripada buih
yang ada di lautan.
Ketahuilah
barangsiapa yang mengucapkannya sebanyak tiga kali sebagaimana yang
telah ditartibkan dalam ratib ini, maka akan tertulis baginya tiga ratus
tujuh puluh dua ribu kebaikan.
Dalam musnad Imam Ahmad diceritakan bahwa ketika menjelang ajal Rasulullah saw, Beliau memanggil putrinya dan berkata, “Aku
perintahkan engkau agar selalu mengucapkan subhanallah wa bihamdihi,
karena kalimat tersebut merupakan doa seluruh makhluk dan dengan kalimat
itulah semua makhluk mendapat limpahan rezeki.”
Abu
Dzar berkata, “Aku bertanya kepada Rasulullah saw amal apakah yang
paling dicintai Allah swt. Beliau menjawab, ‘Yang telah dipilih Allah
untuk para Malaikat-Nya, yaitu subhanallah wa bihamdihi subhanallahil adzim.”
Diriwayatkan
dalam “Shahih Bukhari” bahwa suatu ketika datang seorang lelaki
mengeluhkan keadaannya kepada Rasulullah saw. Ia berkata, “Dunia ini
telah berpaling dariku dan yang telah kuperoleh dari tanganku sangatlah
sedikit.” Rasulullah saw bertanya kepadanya, “Apakah engkau tidak pernah
membaca doanya para Malaikat dan tasbihnya seluruh makhluk yang dengan
itu mereka mendapat limpahan rezeki?” Lelaki itu bertanya, “Doa apakah
itu wahai Rasulullah?”
Rasulullah saw menjawab, “Subhanallah
wa bihamdihi subhanallahil adzim, dan beristighfarlah kepada Allah
sebanyak seratus kali diantara waktu terbitnya fajar hingga menjelang
waktu shalatmu, dengan itu dunia akan tunduk dan merangkak mendatangimu, dan
Allah menciptakan dari setiap kalimat tersebut Malaikat yang selalu
bertasbih kepada Allah hingga hari kiamat dan untukmu pahalanya.”
Langganan:
Postingan (Atom)





+klo.jpg)









